Kamis, 23 November 2017

Holistic Education



A.             Pembelajaran Holistik

Istilah holistik mengandung makna menyeluruh atau utuh. Pendekatan holistik memandang manusia secara utuh, dalam arti manusia dengan unsur kognitif, afeksi dan perilakunya. Manusia juga tidak bisa berdiri sendiri, namun terkait erat dengan lingkungannya. Manusia tidak bisa terlepas dari manusia lain, demikian pula dengan lingkungan fisik atau alam sekitarnya. Manusia juga tergantung kepada Tuhan yang Maha Kuasa selaku pencipta dan penentu hidupnya(Sawang:2011).
Menurut pusat penelitian dan pelayanan pendidikan Universitas Sanata Darma (2009) dalam artikel onlinya bahwasanya, pembelajaran holistik (holistic learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman informasi dan mengkaitkannya dengan topik-topik lain sehingga terbangun kerangka pengetahuan. Dalam pembelajaran holistik, diterapkan prinsip bahwa siswa akan belajar lebih efektif jika semua aspek pribadinya (pikiran, tubuh dan jiwa) dilibatkan dalam pengalaman siswa.

Akhmad Sudrajat(2008) menuliskan dalam artike onlinya bahwasanya 2008) menuliskan dalam artike onlinya bahwasanya, tujuan pendidikan holistik adalah membantu mengembangkan potensi individu dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menggairahkan, demoktaris dan humanis melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui pendidikan holistik, peserta didik diharapkan dapat menjadi dirinya sendiri (learning to be). Dalam arti dapat memperoleh kebebasan psikologis, mengambil keputusan yang baik, belajar melalui cara yang sesuai dengan dirinya, memperoleh kecakapan sosial, serta dapat mengembangkan karakter dan emosionalnya (Basil Bernstein).
Metode dan Teknik Pembelajaran Holistic
Pembelajaran holistic dapat dilaksanakan dengan mengunakan berbagai macam metode dan teknik. Adapun metode dan teknik pembelajran holistic menutur penelitian dan pelayanan pendidikan Universitas Sanata Darma (2009) yaitu:
1.      Metode Pembelajaran Holistik
Metode yang digunakan dalam pembelajaran holistic ada 2 metode yaitu:
a.       Belajar melalui keseluruhan bagian otak.
Bahan palajaran dipelajari dengan melibatkan sebanyak mungkin indera; juga melibatkan berbagai tingkatan keterlibatan, yaitu: indera, emosional, dan intelektual. Sehingga aspek kognitif , afektif,dan psikomotor dapat berkembang secra baik dan berkembang sesuai dengan tingkatan pada fase pertmbuhan manusia.
b.      Belajar melalui kecerdasan majemuk (multiple intelligences)
Siswa mempelajari materi pelajaran dengan menggunakan jenis kecerdasan yang paling menonjol dalam dirnya. Kecerdasan yang digunakan sesuia dengan karakteristik pembelajaran masing masing. Apakah itu bertipe audio, visual atau pin audio visual serta tipe belajar yang lain.

2.      Taknik Pembelajaran Holistik
Ada beberapa teknik pembelajaran holistic yaitu antara lain:
a.       Mengajukan pertanyaan
Siswa menanyakan beberapa terkait beberapa hal  seperti:
(1) Apa yang sedang dipelajari?
(2) Apa hubungannya dengan topik-topik lain dalam bab yang sama?
(3) Apa hubungannya dengan topik-topik lain dalam mata pelajaran yang sama?
(4) Adakah hubungannya dengan topik-topik dalam mata pelajaran lain?
(5) Adakah hubungannya dengan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari?
b.      Memvisualkan informasi
Guru mengajak siswa untuk menyajikan informasi dalam bentuk gambar, diagram, atau sketsa. Objek atau situasi yang terkait dengan informasi disajikan dalam gambar; sedangkan hubungan informasi itu dengan topik-topik lain dinyatakan dengan diagram. Gambar atau diagram tidak harus indah atau tepat, yang penting bisa mewakili apa yang dibayangkan oleh siswa. Jadi gambar atau diagram dapat berupa sketsa atau coretan kasar. Setelah siswa memvisualkan informasi, mereka dapat diminta menerangkan maksud gambar, diagram, atau sketsa yang dibuatnya
c.       Merasakan informasi
Jika informasi tidak dapat atau sukar divisualkan, siswa dapat menangkapnya dengan menggunakan indera lainnya. Misalnya dengan meraba, mengecap, membau, mendengar, atau memperagakan

            Pendidikan holistik memperhatikan kebutuhan dan potensi yang dimiliki peserta didik, baik dalam aspek intelektual, emosional, emosional, fisik, artistik, kreatif, dan spritual. Sehingga dalam mengembangan pembelajaran holistic harus memperhatikan beberapa hal agar supaya pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Menutut Akhmad Sudrajat(2008) hal yang perlu di pertimbangkan yaitu:
1.      Menggunakan pendekatan pembelajaran transformative
2.      Prosedur pembelajaran yang fleksibel
3.      Pemecahan masalah melalui lintas disiplin ilmu
4.      Pembelajaran yang bermakna
5.      Pembelajaran melibatkan komunitas di mana individu berada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

10 Negara dengan Universitas Terbaik   1. Finlandia: Finlandia secara rutin menduduki peringkat teratas dalam sistem pendidika...